Tuesday, 6 March 2018

REAKSI REDOKS

REDOKSKonsep reaksi oksidasi dan reduksi mengalami perkembangan dari masa ke masa sesuai cakupan konsep yang dijelaskan. Reaksi reduksi dan oksidasi banyak terjadi di dalam kehidupan sehari-hari, misalnya reaksi pembakaran, proses apel membusuk, fotosintesis dan perkaratan besi.Pada awalnya konsep reaksi oksidasi-reduksi ini hanya didefinisikan dari sudut pandang keterlibatan oksigen saja.Namun selanjutnya, ternyata ada reaksi yang termasuk reaksi oksidasi-reduksi, yang tidak melibatkan oksigen.Kemudian berkembanglah konsep reaksi oksidasi-reduksi berdasarkan keterlibatan elektron.
Dua konsep reaksi oksidasi-reduksi di atas pada awalnya memandang reaksi oksidasi dan reduksi tidak terjadi beriringan, seolah terpisah. Padahal pada kenyataannya, setiap reaksi oksidasi akan beriringan dengan reaksi reduksi. Sehingga muncullah konsep yang lebih luas yang mampu menjelaskan hal ini.Yaitu konsep reaksi oksidasi-reduksi berdasarkan perubahan bilangan oksidasi.
a.      Konseptual
Berdasarkan konsep keterlibatan oksigen, reaksi oksidasi didefinisikan sebagai reaksi pengikatan/pengikatan suatu zat dengan oksigen.
Contoh reaksi oksidasi :
C(s) + O2(g)           3CO2(g)
Cu(s) + O2(g)            CuO(s)
S(s) + O2(g)            SO2(g)
N2(g) + O2(g)            2NO(g)
Pada reaksi di atas C mengalami oksidasi membentuk CO2. Demikian juga Cu, S, dan N2 berturut-turut mengalami oksdiasi menjadi  CuO, SO2, dan NO.
Sebaliknya reaksi pelepasan oksigen oleh suatu zat disebut reaksi reduksi. Adapun contoh reaksi reduksi
KClO3 + 6Li(s)                  KCl(s) + 3Li2O(g)
2 H2O2(l)               2H2O(l) + O2(g)
Fe2O3(s) + C             2Fe(s) + 3CO2(g)
Al2O3(s)     + 3Mg(s)              2Al(s)   + 3MgO(g)
Pada reaksi diatas, KClO3 tereduksi menjadi KCl dan melepaskan oksigen. Demikian juga pada H2O2, Fe2O3 dan Al2O3 tereduksi menjadi H2O, Fe dan Al serta melepaskan oksigen.Konsep selanjutnya yang berkembang adalah berdasarkan keterlibatan elektron.
Di zaman yang modern ini, kita manusia semakin dimanjakan dengan berbagai macam bentuk kemudahan.Contoh yang paling sederhana adalah remote kontrol untuk TV, AC, dan lain-lainnya.Sejatinya, baterailah yang menjadikan barang-barang tersebut mempunyai nilai guna sehingga bisa menjalankan fungsinya.
Betapa berpangaruhnya peranan baterai dalam kehidupan modern saat ini, utamanya bagi mereka orang-orang yang hidup diperkotaan yang serba praktis.Sesungguhnya jika kita meninjau lebih jauh dan lebih dalam, sebenarnya komponen zat kimia-lah yang berpengaruh besar dibalik fenomena ini.Tanpa kehadirannya, apalah arti sebuah smartphone, android dan gadget lainnya jika penyuplai energi pendukungnya tidak ada.
Fungsi dari baterai identik dengan fungsi accumulator atau lebih dikenal dengan  istilah aki  yang  terdapat  pada  kendaraan bermotor seperti sepeda motordan mobil.
Dua komponen penting seperti baterai dan aki merupakan salah satu  bentuk penerapan reaksi kimia dalam menghasilkan energi  listrik. Reaksi kimia yang dimaksud adalah reaksi oksidasi-reduksi (selanjutnya disebut reaksi redoks).Terjadinya reaksi redoks juga dapat ditiknjau berdasarkan keterlibatan elektron pada reaksi tersebut.Elektron inilah yang pada akhirnya menghantarkan arus listrik.
Konsep Reksi Redoks Berdasarkan Keterlibatan Elektron


Konsep redoks yang melibatkan transfer elektron berkembang setelah diketahui adanya elektron dalam atom dan reaksi pembentukan senyawa ion (lihat kembali topik ikatan ion). Sehingga, konsep reaksi redoks tidak hanya melibatkan oksigen dan hidrogen saja.Tetapi, juga dapat ditinjau dari keterlibatan elektron.
Dalam konsep reaksi redoks berdasarkan keterlibatan elektron, reaksi pelepasan elektron dinamakan reaksi oksidasi, sedangkan reaksi pengikatan elektron dinamakan reaksi reduksi.

0 komentar:

Post a comment